Pages

Mahasiswa PGSD Kelas E Semester 2 UNY

Kerukunan dan kebersamaan adalah kita, aku kamu dia kalian adalah kita

Belajar di Alam

Salah satu type dan metode pembelajaran yang menarik bagi anak adalah belajar untuk keluar dan menatap alam secara langsung.

Sulitnya menanamkan kebudayaan pada anak

Globalisasi telah mengambil segalanya, jika anak tidak diperkenalkan dengan budaya kearifan lokal, maka yang akan terjadi adalah krisis budaya.

Kurikulum baru? Apakah pembelajaran baru?

Metode teacher consentris adalah metode esensialisme yang sudah ada sejak masa 1500an, dengan kurikulum 2013, akankah ada metode belajar yang baru bagi siswa SD?.

Anak Desa juga berhak Belajar

Deskriminasi dan kurangnya pemerataan pendidikan bagi anak desa adalah momok yang menakutkan bagi pendidikan Indonesia, Anak desa bisa membuktikan bahwa dirinya mampu bersaing.

Tampilkan postingan dengan label Kurikulum 2013. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kurikulum 2013. Tampilkan semua postingan

1 Oktober 2013

Analisis Calon Guru tentang Kelebihan dan Kekurangan Kurikulum 2013


Penulis : Reza Rivano

Kurikulum 2013 memang sudah menjadi dilema bagi semua pendidik dan peserta didik tentang kehadirannya. Kepastian yang janggal membuat galau guru dan calon guru menyikapinya. Tetapi kehadirannya pun membawa dampak positif bagi kemajuan pendidikan Indonesia. Penulis menyimpulkan ketika kurikulum berganti, saat itu juga terjadi upgrade how to teach yang sesungguhnya. Tidak semua berganit, melainkan diperbarui. karena kurikulum sebelumnya setelah direvisi ada beberapa halauan yang mengganggu jalannya pendidikan Indonesia.

Tidak semata wayang berganti saja, tetapi ada prosedurnya. menurut kampus.okezone.com, Tahap awal sosialisasi dan pelatihan tentang kurikulum 2013 ini dimulai dari pelatihan guru inti yang langsung dipandu oleh Bapak Mendiknas Muhammad Nuh dan Wakil Presiden Indonesia Budiono. Kemudian dilanjutkan dengan pelatihan kepada guru sekolah dasar dan menengah yang ditunjuk.

Apakah sih kelebihan dan kekurangan kurikulum 2013,
mari kita diskusikan di bawah ini :

Kekurangan.
Kekurangan-kekurangann yang terdapat pada kurikulum 2013 adalah :
1. Kurikulum 2013 bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional karena penekanan pengembangan kurikulum hanya didasarkan pada orientasi pragmatis. Selain itu, kurikulum 2013 tidak didasarkan pada evaluasi dari pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006 sehingga dalam pelaksanaannya bisa membingungkan guru dan pemangku pendidikan. Tetapi kelemahan ini telah disiasati dengan pelatihan dan metode bagaimana mengajar yang benar.


2. Guru juga tidak pernah dilibatkan langsung dalam proses pengembangan kurikulum 2013. Pemerintah melihat seolah-olah guru dan siswa mempunyai kapasitas yang sama. Maksud dari kalimat ini adalah guru seolah olah pasrah dengan keputusan pemerintah, setuju atau tidaknya tidak ada yang berhak menghalangi launchingnya kurikulum 2013


3. Tidak adanya keseimbangan antara orientasi proses pembelajaran dan hasil dalam kurikulum 2013. Keseimbangan sulit dicapai karena kebijakan ujian nasional (UN) masih diberlakukan. UN hanya mendorong orientasi pendidikan pada hasil dan sama sekali tidak memperhatikan proses pembelajaran. Hal ini berdampak pada dikesampingkannya mata pelajaran yang tidak diujikan dalam UN. Padahal, mata pelajaran non-UN juga memberikan kontribusi besar untuk mewujudkan tujuan pendidikan.

Chandra Marleani, berpendapat bahwa kurikulum 2013 ibarat memakan rujak. tidak fokus mana yang dipelajari. semua campur aduk menjadi satu. Enak memang, tapi tidak bisa membedakan mana ang mangga, mana jambu dan sebagainya. kurikulum sebelumnya ibarat lotis. Siswa difokuskan pada mapel tertentu, seperti IPA, Matematika, IPS dan lain sebagainnya.


4. Pemerintah mengintegrasikan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk jenjang pendidikan dasar.


Kelebihan
1. Kelebihan dari kurikulum 2013 adalah setiap anak atau siswa dituntut kreatif dan inovatif, selain itu ada juga yang namanya pengembangan karakter yang telah diintegrasikan kedalam semua program studi.

2. Siswa menjadi aktif dengan bimbingan guru. Antara kognitif dan afektif berjalan seiringan. Sehingga saat itu juga siswa bisa mengevaluasi diri.

3. Buku yang digunakan hanya satu tiap pekan. Pengelompokkan unsur unsur pembelajaran telah ditentukan oleh pemerintah pusat, sehingga siswa tidak bingung dalam membawa buku mata pelajaran.

Lalu yang menjadi pertanyaan, bagaimana kita sebagai calon guru Sekolah Dasar menyikapi kurikulum 2013?

Internet ada kan dirumah kalian?
Minimal nebeng temen lah, jika kita tidak atau kirang tahu bagaimana impleentasi kurikulum 2013, tinggal search sudah dapat. Nah jangan malahan menjadi anti dan pragmantis menyikapinya, Wiyono, S.Pd
sebagai Pengamat pendidikan berpendapat bahwa kita harus "sami’na waato’na" alias mendengar dan menurut atau menjalankanya dengan baik dan maksimal. Dengan sikap tersebut maka kita semua nanti akan dapat yang terbaik yang menjadi impian semua masyarakat Indonesia.

Sekolah dasar adalah tombak tiang pendidikan selanjutnya. Siapaakah calon calon guru yang akan memperbaiki karakter mereka kalau bukan kita. Perhatikan Gambar berikut ini :







Siapa yang akan disalahkan jika seperti itu? Pemerintah? Guru? Orangtua? Teman??

Ini sebagai refleksi diri, marilah kita membuka mata, menerima dan mengaplikasikan, dengan niat yang tulus menjalankan kebijakan pemerintah tentang kurikulum 2013. Kurikulum dibuat tidak asalan, mempunyai alasan yang begitu kuat.

Cukup sekian post dari admin,
Salam Damai, Selamat Malam,

18 Mei 2013

Tematik Integratik, bukan Essensialis




Penulis : Reza Rivano,
      
       Menyongsong kurikulum 2013 bukan merupakan sahabat bagi kaum pendidik. Sosialisasi kurang jelas menimbulkan kritikan dari semua pihak di dunia pendidikan. Kritik merupakan hal yang penting, karena bukan pembuat kebijakan, melainkan kaum pendidiklah yang akan melaksanakan. Tetapi kritik yang terus menerus diajukan bukan merupakan jembatan yang dapat menghubungkan antara jalan pikiran dengan apa yang harus dilakukan. Lebih baik pelajari apa itu tematik integratik dan bagaimana cara mengaplikasikan. Kurikulum hanya merubah bagaimana sistem pembelajaran, bukan merubah bagaimana seorang guru mengajar. Pembelajaran yang disampaikan di kelas merupakan konektor antara dunia murid dengan apa yang dihadapinya. Bukan murid yang harus memenuhi permintaan guru, tetapi guru yang seharusnya memenuhi permintaan murid dengan penyisipan pendidikan karakter diantara mata pelajaran yang disampaikan. Tematik yang dimaksudkan adalah sebuah kasus yang mengandung beberapa mata pelajaran didalamnya. Sebagai contohnya adalah ketika guru menyampaikan bab tata surya, maka matematikanya adalah jumlah tata surya, Bahasa Indonesianya adalah menyusun kalimat dengan unsur tata surya, PKn nya adalah kita hidup di tata surya bumi dan kita harus menjaga bumi, begitu juga seterusnya. Sedangkan Integratiknya adalah integrasi dengan kehidupan yang nyata. Apalagi dengan anak Sekolah Dasar yang masih peka dengan kehidupan di sekelilingnya. Mereka akan lebih cepat paham dengan contoh nyata yang ada di sekitarnya.

         Proses pembelajaran akan lebih bermakna bila murid menginginkan apa yang akan dipelajari. Sebuah bab pelajaran yang dihantarkan seorang guru, harus mampu menarik perhatian dan pertanyaan-pertanyaan yang muncul di benak siswa. Momen itulah yang sangat penting sehingga siswa menemukan konsep belajarnya sendiri. Keinginan belajar buka karena kediktatoran guru, tetapi karena keingintahuan mereka. Disini tugas guru adalah menuntun dan membimbing siswa dalam proses belajar. Menemukan kesulitan, mengarahkan dan membatasi apa yang dipelajari.

         Sampai sekarang kesalahan yang masih saja ditemukan adalah bagaimana cara mengajar masih berkiblat pada masa Essensialisme, dimana pengajaran berpusat pada guru sepenuhnya. Karakteristiknya adalah pendisiplinan merupakan hal yang paling diutamakan. Hal yang sejak beratus-ratus tahun yang lalu diterapkan, apakah akan dipertahankan di jaman baru dengan kurikulum yang baru. kediktatoran harus benar-benar lenyap dari dunia pendidikan, karena pendidikan tidak untuk menyiksa murid dengan tugas yang menumpuk yang diberikan oleh guru maupun dosen. Hal inilah yang harus pertama kali digaris bawahi oleh pendidik dan calon pendidik. Tugas yang menyenangkan adalah salah satu solusinya, misalkan dengan membuat alat peraga sederhana atau membuat soal sendiri beserta kunci jawabannya. Pada umumnya tugas yang diberikan berupa soal, presentasi dan meringkas. Justru ketiga hal yang umum tersebut tidak efisien dan bersifat memaksa.

        Cara mengajar tidak ada yang berubah kecuali materi yang akan disampaikan nanti. Justru tematik integratik memperbaiki kesalahan pembelajaran yang bersifat essensialis. Kesalahan metode mengajar bagi anak Sekolah Dasar akan berakibat fatal ketika melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Bagaimana jalan cerita mengapa anak takut pelajaran yang berupa hafalan, anak menjadi takut matematika, anak menjadi takut IPA, itu karena kesalahan penyampaian saat pembelajaran di kelas. Essensialisme tidak mengarahkan murid untuk menyukai, tetapi memaksa untuk bisa. Saat inilah yang benar-benar terjadi pada dunia pendidikan. Pembelajaran terlalu konsentris pada satu orang pemimpin. Yang bagus maka mendapat nilai baik dan yang jelek mendapatkan hukuman. Dengan kata lain, pendidikan adalah semata-mata proses mencari nilai. Sudah dipastikan nanti akan banyak pendidik yang diklat kurikulum karena tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan kurikulum yang baru. Padahal informasi lebih lanjut mengenai kurikulum 2013 sudah bisa diakses di http://www.kemdiknas.go.id. Mulai dari metode hingga paket pelajaran semua sudah tersedia. Dengan tematik integratik akan menutupi kelemahannya, karena belajar merupakan satu paket, tidak berdiri sendiri. Oleh karena itu, mulai dari hari ini kritik sedikit demi sedikit harus dikurangi, pendidik dan calon pendidik harus mulai membuka diri untuk menyambut kurikulum baru dengan ucapan wellcome dan mulai membenahi pendidikan yang kacau, dengan berawal dari kesadaran diri serta tidak mengulang hal yang salah untuk kesekian kalinya - marbel blog

copyright





9 April 2013

Struktur Kurikulum 2013 Sekolah Dasar

Posting oleh Reza Rivano
Dalam teori kurikulum (Anita Lie, 2012) keberhasilan suatu kurikulum merupakan proses panjang, mulai dari kristalisasi berbagai gagasan dan konsep ideal tentang pendidikan, perumusan desain kurikulum, persiapan pendidik dan tenaga kependidikan, serta sarana dan prasarana, tata kelola pelaksanaan kurikulum, termasuk pembelajaran dan penilaian pembelajaran dan kurikulum.

Struktur kurikulum dalam hal perumusan desain kurikulum, menjadi amat penting. Karena begitu struktur yang disiapkan tidak mengarah sekaligus menopang pada apa yang ingin dicapai dalam kurikulum, maka bisa dipastikan implementasinya pun akan kedodoran.


Pada titik inilah, maka penyampaian struktur kurikulum dalam uji publik ini menjadi penting. Tabel 1 menunjukkan dasar pemikiran perancangan struktur kurikulum SD, minimal ada sebelas item. Sementara dalam rancangan struktur kurikulum SD ada tiga alternatif yang di mesti kita berikan masukan.





Di jenjang SMP usulan rancangan struktur kurikulum diperlihatkan pada tabel 2. Bagaimana dengan jenjang SMA/SMK? Bisa diturunkan dari standar kompetensi lulusan (SKL) yang sudah ditentukan, dan juga perlu diberikan masukan.

Tiga Persiapan untuk Implementasi Kurikulum 2013

ADA pertanyaan yang muncul bernada khawatir, dalam uji publik kurikulum 2013? Persiapan apa yang dilakukan Kemdikbud untuk kurikulum 2013? Apakah sedemikian mendesaknya, sehingga tahun pelajaran 2013 mendatang, kurikulum itu sudah harus diterapkan. Menjawab kekhawatiran itu, sedikitnya ada tiga persiapan yang sudah masuk agenda Kementerian untuk implementasi kurikulum 2013. Pertama, berkait dengan buku pegangan dan buku murid. Ini penting, jika kurikulum mengalami perbaikan, sementara bukunya tetap, maka bisa jadi kurikulum hanya sebagai “macan kertas”.

Pemerintah bertekad untuk menyiapkan buku induk untuk pegangan guru dan murid, yang tentu saja dua buku itu berbeda konten satu dengan lainnya.

Kedua, pelatihan guru. Karena implementasi kurikulum dilakukan secara bertahap, maka pelatihan kepada guru pun dilakukan bertahap. Jika implementasi dimulai untuk kelas satu, empat di jenjang SD dan kelas tujuh, di SMP, serta kelas sepuluh di SMA/SMK, tentu guru yang diikutkan dalam pelatihan pun, berkisar antara 400 sampai 500 ribuan.

Ketiga, tata kelola. Kementerian sudah pula mnemikirkan terhadap tata kelola di tingkat satuan pendidikan. Karena tata kelola dengan kurikulum 2013 pun akan berubah. Sebagai misal, administrasi buku raport. Tentu karena empat standar dalam kurikulum 2013 mengalami perubahan, maka buku raport pun harus berubah.

Intinya jangan sekali-kali persoalan implementasi kurikulum dihadapkan pada stigma persoalan yang kemungkinan akan menjerat kita untuk tidak mau melakukan perubahan. Padahal kita sepakat, perubahan itu sesuatu yang niscaya harus dihadapi mana kala kita ingin terus maju dan berkembang. Bukankah melalui perubahan kurikulum ini sesungguhnya kita ingin membeli masa depan anak didik kita dengan harga sekarang.

Dikutip langsung dari www.kemendiknas.go.id


Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More